Jro Puspa dan Bali Puspa Bordir | Majalah Bali Dwipa

Jro Puspa dan Bali Puspa Bordir

jro-puspar-majalah-bali-dwipa

Terlahir tahun 1973, Jero Pupsa dikenal sebagai perempuan yang terbuka, apa adanya, dengan gaya bicara yang ceplas-ceplos tanpa tedeng aling-aling. Karena sikapnya yang berani dan terbuka dalam mengungkapkan ide dan kritik, Jro diterima dilingkungan teman, keluarga dan kolega bisnisnya.

Membuka usaha minimarket yang memasok sembako untuk tiga hotel berbintang dan dua reataurant, sepertinya sebuah awal yang baik bagi Jro dan Suaminya, Ida Bagus Saskara. Namun malang, hentakan Bom Bali 12 Oktober 2002, berimbas pada semua bidang usaha di Bali. Demikian halnya Jro Puspa, yang hanya menyisakan Rp. 1,8 juta dari bisnis minimarketnya.

Dalam kondisi terpuruk, yang paling kuat melecut hati Jro Puspa untuk bangkit adalah dua putranya, IB. Gde Suryadharma dan IB. Alit Krhisna. Jro Puspa melepaskan gengsi. Bermodalkan doa dan motivasi dari keluarga, niat baik, dan kepercayaan dari pemilik toko kain di kawasan Jl. Sulawesi – Denpasar, Jro melanjutkan hidup dengan menjadi “reseller” kain dan kebaya.

Seiring berjalannya waktu, talenta dalam diri Jro Puspa kemudian tumbuh. Dari sekedar corat-coret, kemudian melahirkan motif – motif bordir indah yang terispirasi dari “bunga”, dimana bunga tidak bisa lepas dari kehidupan Perempuan Bali. Bermodalkan 21 potong kain kebaya, Jro mewujudkan motif – motif ciptaannya diatas kain, dibantu oleh tukang bordir ‘pinjaman’ dari toko kain di Jalan Sulawesi.

Ketika Jro menghasilkan karya desain bordir pertamanya, pasar kebaya bordir sedang booming, sehingga dengan cepat karya indah dari Jro Puspa di kenal masyarakat. Selain pelanggan dari kalangan Perempuan Bali, keindahan karya Jro juga dengan cepat dikenal hingga ke luar Bali. Jro kemudian bermetamorfosa menjadi wanita pengusaha yang tekun, ulet, kreatif dan melahirkan karya dan inovasi dalam bidang desain pakaian, bordir dan tekstil melalui “Bali Puspa Bordir dan Textile”.

Berkat totalitasnya dalam berkarya, Jro Puspa bersama para pekerja di “Bali Puspa Bordir dan Textile”, telah menghasilkan ratusan karya dan penghargaan. Bali Puspa telah menjadi ‘brand’ yang dikenal melekat dengan ciri khas Pulau Dewata yang membuatnya berbeda, dan Jero Puspa adalah tangan dibalik keindahan tersebut.

Perkembangan “Bali Puspa Bordir dan Textile”, tidak terlepas pula dari binaan Pemerintah Provinsi Bali dan Kota Denpasar, serta dukungan dari IWAPI Bali, dimana Jro sebagai anggotanya. Dalam berorganisasi, Jro telah mengukir prestasi sebagai ketua DPC IWAPI Kabupaten Badung dan menghantarkannya sebagai DPC IWAPI Teladan I se-Indonesia, dalam Rakernas IWAPI di Palembang tahun 2012. Dan di tahun 2014, Jro terpilih sebagai ketua DPC IWAPI Kota Denpasar (2014 – 2018), dan bertekad untuk menggairahkan dan meningkatkan kinerja organisasi, sehingga para anggota yang tergabung didalamnya, benar-benar merasakan manfaat dari adanya organisasi tersebut.

Ide dan ilmu tidak akan pernah habis kendati ia di bagi kepada orang lain. Karena itu, Jro melahirkan sebuah ide untuk membangun ruang berbagi yang disebut “Gedong Kreativitas”. Gedong Kreativitas ditujukan bagi anak-anak putus sekolah, penyandang disabilitas serta Ibu rumah tangga, dimana mereka akan belajar, berbagi, dan menelurkan ide-ide kreatif dalam mengolah bahan-bahan daur ulang seperti; plastik, perca kain, daun, kertas dan sebagainya.

Tag: Kisah Sukses. | Kontributor: admin | 362 Views

Tinggalkan Pesan